Sabtu, 18 Mei 2013

Thanks for being my Friends







Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam. Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.


Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.


Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang slalu mengajak kita nongkrong rame2, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang agak malam, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar,


Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit kita dan membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun.


Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...


Thanks a lot for being my friend...Friends are like balloons; once you let them go, you can't get them back.So I'm gonna put you inside of my heart so I never lose you.
I love u so... my Friends ^_^

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...