Sabtu, 21 April 2012

KARIES DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT JANTUNG

1.. Pendahuluan


Karies gigi (lubang gigi) merupakan salah satu penyebab sakit gigi yang akan menjadi tempat masuknya bakteri dan mikroorganisme menuju pembuluh darah. Sakit gigi, bagi sebagian orang seringkali tidak ditanggapi sebagai penyakit yang berbahaya. Padahal, sakit gigi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Jika tidak ditanggapi serius, bakteri yang ada di mulut dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah sehingga mengganggu kesehatan tubuh terutama jantung, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya. Maka menjaga kesehatan mulut berarti juga menjaga kesehatan tubuh.


Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara karies gigi dengan sakit jantung dan mengetahui bagaimana mekanisme penyebaran bakteri yang ada pada karies gigi sehingga dapat menyebabkan sakit jantung. Metode yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan berbagai literatur yang dijadikan sebagai dasar penulisan artikel ini. Penulisan artikel ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Kidd, Dewi, Suryatin, DechaCare.com, “Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung”, dan “Sakit Gigi Akibatkan Penyakit Jantung dan Stroke?”.


2. Keterkaitan antara Karies Gigi dengan Sakit Jantung


Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan (Kidd, 1991: 1). Karies gigi dapat menyebabkan kematian apabila gigi tidak dirawat dan kondisi tubuh yang lemah.


Masalah utama yang menyebabkan sakit gigi adalah lubang pada gigi yang dapat dimasuki oleh bakteri. Infeksi yang terjadi pada gusi dan akar gigi dapat menyebar ke berbagai organ vital, dan menyebabkan banyak gangguan kesehatan (conectique.com dalam Dewi, 2011).


Penelitian yang dilakukan para ilmuwan Inggris dan Irlandia menunjukkan adanya keterkaitan antara gigi dan penyakit jantung. Ilmuwan Inggris dan Irlandia mengatakan, bakteri streptococcus bisa memasuki aliran darah melalui gigi berlubang dan gusi yang bengkak (“Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung”, 2010).


Infeksi dari bakteri streptococcus dapat dilawan karena tubuh memiliki sel-sel yang berperan sebagai daya tahan tubuh. Namun, apabila daya tahan tubuh lemah, maka infeksi bakteri akan semakin luas. Pada tahap awal, infeksi masih terlokalisir di ujung akar dari gigi yang berlubang. Biasanya timbul rasa tidak nyaman atau sakit saat gigi tersebut dipakai mengunyah. Jika tidak dirawat, infeksi akan menyebar dan ada risiko terjadinya kematian.


Drg. Bobby Gunadi dari Menteng Dental Clinic mengatakan bahwa infeksi di akar gigi maupun di jaringan penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 bakteri dan mikroorganisme. Karena letak infeksi sangat dekat dengan pembuluh darah, maka produk bakteri berupa toksin dapat menyebar ke seluruh tubuh. Drg. Bobby juga menambahkan bahwasanya bakteri tersebut tidak akan bermasalah jika jumlahnya dalam keadaan seimbang (kompas.com dalam Sakit Gigi Akibatkan Penyakit Jantung dan Stroke?, 2010).


Hubungan bakteri dalam mulut dengan penyakit kardiovaskuler banyak diteliti, terutama yang berkaitan dengan bakteri endokarditis dan penyakit jantung koroner. Ketua Umum PDGI, drg. Emir M. Muis mengatakan bahwa hasil dari sebuah penelitian mengenai sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54% pasien memiliki riwayat penyakit periodontal (DechaCare.com, 2011).


Sakit gigi dapat menyebabkan penyakit jantung dikarenakan terjadinya penyebaran penyakit gigi ke organ tubuh lain. Hal ini dapat dijelaskan melalui teori focal infection (FI). Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat dan memicu penyakit di tempat lain. Fokal infeksi terjadi saat mikroorganisme yang berasal dari gigi dan mulut menyebabkan infeksi atau penyakit di bagian tubuh lain. Dampak penyakit gigi pada jantung dapat berupa jantung koroner, angina, peradangan otot, serta peradangan pada katup jantung (endokarditis) (www.kompas.co.id dalam Suryatin, 2011).


Selain itu, ada beberapa teori yang menyatakan hubungan antara penyakit mulut dengan penyakit jantung. Menurut Drg. Bobby Gunadi, salah satu teori tersebut menyatakan bahwa bakteri dari mulut (oral bacteria) masuk ke dalam pembuluh darah dan menyerang simpanan lemak yang terdapat pada saluran darah menuju jantung dan akan menimbulkan bekuan. Bekuan akan menghambat alian darah ke jantung, sehingga aliran nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan menjadi terhambat yang akan menyebabkan serangan jantung (Kompas.com dalam “Sakit Gigi Akibatkan Penyakit Jantung dan Stroke?”, 2010).


3. Mekanisme Penyebaran Bakteri dari Gigi ke Jantung


Bakteri dan mikroorganisme yang terdapat di lubang gigi maupun pada gusi yang rusak dapat masuk ke dalam sirkulasi darah melewati gusi yang berdarah. Bakteri ini dengan mudah menyerang katup jantung maupun otot jantung yang telah melemah. Bakteri yang masuk ke sirkulasi darah dapat memproduksi enzim yang akan membuat keping darah (trombosit) saling menempel. Proses inilah yang menyebabkan terbentuknya bekuan darah sehingga terjadi penyumbatan pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis).


Selain itu, bakteri dapat melekat pada lapisan lemak di pembuluh darah jantung sehingga lapisan lemak akan semakin tebal. Kondisi ini akan menghambat aliran darah serta penyaluran nutrisi dan oksigen ke jantung, sehingga jantung tidak dapat berfungsi semestinya (www.kompas.co.id dalam Suryatin, 2011).


Kenyataan ini diperkuat dengan beberapa bukti yang dilaporkan oleh penelitian di Inggris, Amerika, Swedia, Jerman, dan Kanada (1998-2003) bahwa penderita penyakit jantung yang juga menderita penyakit gusi mempunyai resiko meninggal dua kali lebih besar daripada yang tidak menderita penyakit gusi. Untuk penderita penyakit jantung yang menderita penyakit gusi dan punya kebiasaan merokok, risikonya meningkat hingga 60% (Dewi,2011).


4. Penutup


Penyebab sakit gigi yang utama adalah lubang (karies) pada gigi yang dapat dimasuki oleh bakteri menuju pembuluh darah. Sakit gigi menyebabkan sakit jantung dijelaskan melalui teori fokal infeksi. Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat dan memicu penyakit di tempat lain. Fokal infeksi terjadi saat mikroorganisme yang berasal dari gigi dan mulut menyebabkan infeksi atau penyakit di bagian tubuh lain. Bakteri dari lubang gigi akan masuk dalam pembuluh darah dan mengeluarkan enzim yang akan membuat keping darah saling menempel sehingga menyebabkan pembekuan (aterosklerosis). Pembekuan ini akan menghalangi suplai nutrisi dan oksigen menuju jantung, sehingga akan menyebabkan serangan jantung.


Diharapkan kepada penulis selanjutnya untuk membahas tentang pencegahan, perawatan, dan pengobatan karies. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan mengenai dampak karies gigi terhadap organ vital tubuh seperti ginjal, paru-paru, mata, otak, dll. Bagi pembaca artikel ini diharapkan agar lebih memerhatikan dan menyadari pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Karena menjaga kesehatan gigi dan mulut berarti menjaga kesehatan tubuh.


Daftar Pustaka


Dewi, Rosdianah. 2011. “Hati-hati Sakit Gigi Ternyata Dapat Menyebabkan Kematian”. http://www.today.co.id/. Diakses pada 3 Juli 2011, 12:17 WIB.


DechaCare.com. 2011. “Sakit Gigi Bisa Picu Penyakit Kronis”.http://www.dechacare.com/. Diakses pada 3 Juli 2011, 12:25 WIB.


Kidd, Edwina A.M. dan Sally Joyston-Bechal. 1991. Dasar-dasar karies penyakit dan penanggulangannya terj. Narlan Sumawinata dan Safrida Faruk. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Suryatin, Harlin. “Sakit Gigi Bisa Menjadi Penyebab Penyakit Jantung”. http://www.ucantik.com/healthy/healthy-detail/read. Diakses pada 3 Juli 2011, 12:32 WIB.


“Sakit Gigi Akibatkan Penyakit Jantung dan Stroke?”.http://www.pdgi-online.com/. Diakses pada 3 Juli 2011, 11:32 WIB.


“Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung”. http://griya-informasi.blogspot.com/2010/09/. Diakses pada 3 Juli 2011, 11:55 WIB.


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...